4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan

4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan

4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan

Pentingnya anda memahami 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan dikarenakan Banyak sekali para pengusaha yang memiliki website tidak paham bagaimana seharus nya website bekerja menghasilkan penjualan.

Banyak website dibuat atau di desain tentunya dengan tujuan menghasilkan penjualan. tapi perlu dingat terjadinya penjualan itu merupakan “akibat”.

Yang anda harus fokus adalah apa saja yang menjadi “penyebab” hingga terjadi penjualan di website bisnis anda.

Yang lain anda perlu perhatikan bahwa pada dasarnya Konsumen anda melakukan proses membeli dalam beberapa tahap. Tahapan inilah yang menjadi penyebab mengapa mereka membeli dari anda.

Anda harus bisa mengukur apa saja yang menjadi penyebab konsumen membeli dari anda, agar anda bisa mengatur dan mengendalikan apa saja yang menjadi penyebab website anda bisa menghasilkan penjualan.

Segala Sesuatu yang bisa di ukur maka akan bisa di atur

Menurut GOOGLE Analytics, 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan seperti gambar SALES FUNNEL di bawah ini :

google analytics funnel

4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan Versi Google Analytics

Tahapan ini sudah di praktekkan pada banyak website bisnis dan memang benar benar bisa menghasilkan penjualan yang signifikan.

Tidak hanya itu, bahkan dengan memahami ini anda bahkan bisa mengatur berapa besar anda ingin melakukan penjualan setiap bulannya. TERTARIK ….?

Ok, mari kita bahas apa saja yang mesti anda ketahui pada Sales Funnel Google sehingga anda mulai bisa memahami 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan yang mesti diatur pada website bisnis anda agar bisa menghasilkan penjualan.

Tahap 1 : Audience ( Pengunjung Website )

#Berapa Banyak Traffic Audience yang hadir ?

Banyak sekali Para pemilik website Mengira bahwa ketika sudah memiliki website maka dengan sendirinya calon konsumen akan mudah menemukan Website Bisnis Anda.

Inilah yang sering saya tanyakan pertama kali kepada pemilik website : Berapa Banyak Pengunjung website Anda ???

Dan Mayoritas pemilik website mengatakan tidak tahu. Bahkan lebih parah ternyata tidak ada calon konsumen yang mengunjungi Website bisnis Anda melainkan Anda sendiri dan karyawan anda saja yang rajin membuka website bisnis anda.

Jadi Kebanyakan pemilik website hanya sekedar membangun website dan kemudian menunggu, menunggu tanpa usaha.

Bila Website bisnis anda juga begitu, Anda tidak sendirian. Dari hampir 56 juta situs di web, kurang dari 500.000 dari mereka memiliki TRAFFIC nyata. Izinkan saya mengatakan dengan cara lain. Ada lebih dari 55 ½ juta Website di Internet yang gagal total karena mereka tidak memiliki TRAFFIC real. (Pengunjung website).

Jadi jika Anda telah menjadi salah satu dari 55 ½ juta itu, jangan khawatir, hal itu terjadi pada kita semua.

Lalu Bagaimana Cara Mendapatkan Traffic Website ? akan dibahas di bagian AKUISISI di artikel ini.

#Verifikasi apakah anda sudah mencapai audiens/ segmentasi yang tepat

Semenjak dari awal anda sudah harus menentukan siapa target market anda, siapa yang seharusnya hadir mengunjungi website bisnis anda. Rencanakan siapa segmentasi anda.

Salah menentukan Segmentasi dan target market akan membuat Website bisnis anda menghadirkan audiens atau visitor yang salah pula.

Contoh : website bisnis anda adalah Arsitek dan Desain interior rumah, tentunya anda ingin Audiens yang hadir di website bisnis anda adalah orang orang yang ingin mendesain dan membangun rumah atau orang yang ingin renovasi sebagian atau keseluruhan rumahnya.

Bayangkan bila yang hadir di website bisnis Arsitek dan desain interior tersebut adalah ABG belasan tahun atau orang yang sama sekali belum memikirkan untuk memiliki rumah sendiri.

jika yang hadir ke website bisnis anda adalah audiens yang salah maka kemungkinan terjadinya penjualan di website bisnis anda adalah tidak ada sama sekali

Menjual kepada semua orang sama saja tidak Menjual apapun

Cara menentukan segmentasi akan saya ajarkan di artikel yang lain.

#Rencanakan Konten yang tepat untuk audiens anda

Ingat!!! Tujuan pertama dan utama Para Audiens datang ke Website  bukanlah untuk membeli, Tetapi mencari informasi.

Informasi atau konten pada Website bisnis anda haruslah di peruntukkan bagi kepentingan audiens anda.

Jangan membuat Website Bisnis yang isinya hanya produk dan company profiles saja. Hal ini sangat berpengaruh pada New Audiens atau pengunjung website bisnis yang baru pertama kali mengunjungi website bisnis anda.

Buatlah konten yang untuk menyelesaikan masalah audiens anda. Bahkan pada konten produk sekalipun harus disertai problem solusi bagi audiens anda.

Membuat Konten terdengar sederhana tapi tidaklah semudah ketika mengerjakannya. Konten yang baik dan tepat memerlukan riset dan pengetahuan yang dalam tentang permasalahan konsumen berkenaan dengan produk atau jasa yang anda jual.

Termasuk artikel yang anda baca sekarang ini. Untuk membuat artikel ini saya harus riset dengan Google Analytics hampir 2 minggu, dan dari hasil riset tsb saya menulis dan menyusun artikel ini sampai selesai di butuhkan waktu kurang lebih 4 hari.

Ini saya lakukan agar anda benar benar bisa mendapat manfaat sebanyak banyaknya dan sedetil detilnya informasi dari Konten artikel ini.

Tahap 2 : Akuisisi

Setelah anda menentukan segmentasi dan target market anda, Temukan ( Akuisisi ) Channel ( Saluran ) Pemasaran atau sumber Traffic Audiens mana yang menghasilkan Traffic Audiens berkualitas bagi website bisnis anda.

Hal ini perlu anda lakukan agar bisa mendapatkan Traffic yang berkualitas tinggi.

Ya….TRAFFIC YANG BERKUALITAS TINGGI !!!

Hal ini erat hubungan nya dengan Tahap 1 : AUDIENS pada pembahasan di atas sebelumnya. Definisi yang tepat dari Traffic berkualitas adalah :

Audiens yang datang dari sebuah sumber yang Berinteraksi serta melakukan Konversi.

Traffic berkualitas tinggi akan kita bahas lebih dalam setelah anda mengetahui apa saja sumber traffic di Internet.

Sumber Traffic di Online secara umum terdiri dari 5 sumber :

#Organik

Sumber Traffic Organik yang paling banyak di gunakan biasanya adalah Google Pencarian ( Google Search )

Pastikan bahwa Website bisnis anda muncul di halaman 1 Google ketika calon konsumen anda mengetikkan keyword ( Kata Kunci ) di google Search yang berkenaan dengan Jasa dan Produk anda.

Website bisnis anda akan muncul di halaman 1 Google bila Website bisnis anda sudah di daftarkan pada Google Index dan Website Bisnis anda tentunya juga memiliki performa SEO ( Search Engine Optimized ) yang baik di algoritma Google.

Yang termasuk Organik tidak hanya Google tapi juga Bing, Yahoo dan masih banyak yang lain, dan kabar baiknya SEO organik ini GRATISS !!!

#Iklan Berbayar

Iklan berbayar sangat efektif untuk menghadirkan Traffic Audiens yang tertarget berdasarkan segmentasi bisnis kita. Kelebihan yang lain Iklan berbayar juga mudah di kontrol penggunaannya.

Dengan kata lain Iklan Berbayar bisa mendatangkan Traffic Audiens yang spesifik target dengan jumlah yang sangat besar sesuai dengan budget iklan yang anda punyai.

Iklan berbayar bisa di atur sesuai demographi, lokasi dan minat utama audiens anda, sehingga iklan anda tidak akan muncul pada yang bukan target market anda.

Cuma yang harus anda ingat :

Semakin Besar Traffic Audiens nya Semakin Besar Biayanya.

Agar anda benar benar bisa memaksimalkan Iklan Berbayar ini, anda harus benar benar menguasai secara tehnis mengelola iklan berbayar ini.

Dibandingkan dengan Iklan berbayar tradisional / offline seperti koran dan radio, pada Iklan Berbayar Online anda akan mendapatkan data secara spesifik tentang hasil kinerja iklan anda.

Dari data kinerja iklan berbayar online anda akan memahami apakah iklan anda sudah tepat sasaran, menarik atau tidak, dll.

Adapun Iklan Berbayar Online seperti :

1. Google Adword

Google Adword untuk Traffic Website

 

Lihat gambar diatas yang saya beri kolom warna merah, itulah contoh iklan berbayar anda muncul di Google Pencarian. Iklan anda muncul dengan kode “Ad” dan tentunya Google Akan mendahulukan iklan nya ketimbang SEO.

Dan Anda akan mendapatkan data seperti tampilan di bawah ini :

2. Facebook Ads & Instagram Ads

Iklan Berbayar online model ini sangat manjur jika menginginkan Traffic Audiens yang berasal dari media sosial Facebook dan Instagram.

Kelebihan Iklan Berbayar Facebook ads dan Instagram Ads adalah iklan mereka bisa sangat interaktif. Anda bisa membuat iklan menggunakan Video, Gambar, Korosel dan teks tentunya.

Bahkan anda bisa membuat iklan dari kombinasi semuanya itu, seperti contoh Iklan Facebook Canvas di bawah :

Iklan anda bisa dibuat secara dinamis dan harmonis yang sangat memanjakan mata pembaca iklan anda. Dan tentunya anda juga akan mendapatkan Laporan data secara spesifik. Salah satu contoh seperti ini :

#Referrals ( Backlink )

Referrals / Referensi atau didalam dunia digital marketing lebih sering di sebut backlink juga merupakan sumber traffic yang tidak kalah pentingnya.

Backlink adalah Link URL Website kita yang berada di Website atau situs orang lain maupun di media sosial. Misalnya anda membuat link URL yang menuju Website anda di Deskripsi You Tube anda.

Atau anda memasukan Link URL pada status anda di Facebook , WhatsApp, Telegram dan media sosial lainnya. Ini adalah bentuk Backlink yang anda buat sendiri.

Dan alangkah sangat baik bila ada orang lain yang dengan sukarela memasukkan URL Website Bisnis anda di Website milik nya sendiri, atau men SHARE URL link Website Bisnis anda ke media Sosial milik orang lain tsb.

Hal ini bisa terjadi kalau konten pada website bisnis anda sangat sangat bermanfaat dan populer bagi audience anda.

#Email

Email merupakan sumber Traffic yang bisa di kontrol dan murah biayanya serta sangat efektif utnuk mendatangkan audiens ke Website Bisnis anda. Apalagi bila anda sudah memiliki sekumpulan database email konsumen yang sudah merupakan segementasi bisnis anda.

Tapi banyak yang bertanya kepada saya, ” Emang orang Indonesia biasa baca email ? “. Banyak sekali orang berasumsi bahwa orang Indonesia tidak dan jarang membaca Email.

helooooooooo……Konsumen anda punya android atau iphone kan ? Memangnya waktu daftar WA gak pake Email ? Daftar Facebook ? Twitter ? Line ? dan berbagai media sosial lainnya ? semua pake email

Lalu berbelanja di toko online kan juga pake email…..Tokopedia, lazada, blibli, dll. Orang indonesia sangat aktif emailnya. terutama klo email itu merupakan email utama yang di pasang di mobile phone kesayangan mereka.

Yang sangat di sayangkan bahwa masih banyak perusahaan atau pengusaha yang kurang mengelola database email konsumennya. padahal Email sangat powerfull menghadirkan calon konsumen ke website bisnis.

Bisa di bilang Email adalah Sumber Traffic milik ANDA sendiri. Bayangkan bila anda mempunyai sekumpulan besar database Email Calon Konsumen yang sudah tersegmentasi sesuai kebutuhan bisnis anda.

Berapa besar kemungkinan calon konsumen yang bisa anda hadirkan setiap hari ke website bisnis anda ?

#None

Merupakan Traffic Audiens yang datang langsung ke Website Bisnis Anda dengan mengetikkan URL Website Bisnis Anda langsung di Browser. Seperti Gambar yang saya lingkari warna merah dibawah ini

Bila ada Konsumen anda melakukan seperti ini bisa dipastikan dia adalah audiens anda yang loyal, yang berarti informasi pada website bisnis anda sangat bermanfaat dan Audiens anda berharap mendapatkan update informasi di website bisnis anda.

Oh ya..INGAT dan Jangan LUPA !!!….

Dari Manapun Traffic Audiens pastikan anda mendapatkan Traffic Kulaitas Tinggi.

Kembali saya menekankan Traffic kualitas tinggi seperti sebelumnya saya sebutkan…Lalu bagaimana anda tahu bahwa traffic yang hadir ke Website bisnis anda berkulitas tinggi atau tidak ?

Indikator Tolak Ukurnya apakah Traffic anda berkualitas tinggi atau tidak bisa dilihat dari jumlah “BOUNCE RATE”.

Apa itu Bounce Rate ?

Bounce Rate kalau di bahasa indonesia kan artinya “Rasio Pantulan”. Maksud Rasio Pantulan kalau dalam Digital Marketing adalah bahwa Para Audiens yang hadir ke Website Bisnis anda cuma datang ke satu halaman Website dan langsung pergi hanya dalam beberapa detik ( Tanpa pernah kembali lagi ).

Semakin tinggi nilai Bouce Rate / Rasio Pantulan di website bisnis anda berarti semakin jelek Kualitas Traffic Audiens yang menuju ke website bisnis Anda.

Apa penyebab bisa terjadi Bounce rate pada Website bisnis anda ?

  1. Isi konten landing page nya tidak sesuai dan tidak relevan atau bahkan tidak menarik dengan audiens yang hadir.
  2. Link URL yang di berikan ke sumber traffic salah atau bukan pada landing page yang tepat.

Kemudian Temukan Sumber Traffic mana yang paling sedikit Bounce Rate nya.  Perhatikan Audience yang hadir kalau segementasi nya tepat dan menuju halaman Website yang tepat biasanya Bounce Rate nya rendah dan ini berarti Traffic nya berkualitas.

Bagaimana cara mengetahui Bounce Rate pada Website bisnis anda ? Saya biasanya menggunakan Google Analytics untuk memantau Bounce Rate pada website bisnis klien saya.

Kolom Biru = Sumber Traffic, Kolom Merah = Tingkat Bounce Rate

Kalau anda perhatikan gambar analisa google di atas, Traffic Organic google ( SEO ) cukup baik dengan jumlah audience nya 144 orang ( Kolom Biru ) …karena Bounce Rate nya -18,03%. ( kolom Merah ).

Ya seperti yang saya bilang tadi …Klo Nilai Bounce Rate nya Plus berarti Kualitas Traffic Jelek ( BAR warna Merah ), sementara klo Nilai Bounce Rate nya Minus berarti Kualitas Traffic nya bagus ( Bar Warna Hijau )

Mengacu dari graphik di atas..berarti saya harus lebih memaksimalkan  SEO dan konten pada website bisnis saya, agar Traffic yang hadir sesuai dengan segmentasi target market dan datang ke konten yang tepat di website bisnis.

Tahap 3 : Behavior ( Perilaku )

Anda perlu mengetahui…ngapain saja para audiens anda di website bisnis anda. YA….meskipun anda tidak bisa melihat secara kasat mata, anda harus mengetahui dan memperhatikan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh calon konsumen anda ketika berada di Website bisnis anda.

Dari Behavior / Perilaku kita akan mendapatkan data laporan tentang INTERAKSI konsumen anda dengan KONTEN pada Website Bisnis anda.

Bagaimana Cara anda mengetahui perilaku audiens selama di Website bisnis anda ?

…..masih menggunakan Google Analytics. Yang harus anda perhatikan dan cermati adalah :

#Avg. Time On Page + Bounce Rate

Avg. Time On Page =  Waktu Rata Rata yang dihabiskan para Audiens untuk membaca Konten Di website Bisnis anda

Tolak ukur tingkat interaksi dengan Konten = Avg. Time On Page + Bounce Rate.

Apa manfaat kita mengetahui tingkat interaksi audiens dengan Konten Website Bisnis Anda?

  1. Halaman / konten mana yang performa nya rendah sehingga perlu di tingkatkan
  2. Halaman / konten mana yang performa nya tinggi untuk membantu menentukan dan merencanakan konten yang berikutnya.

Cara memahaminya begini :

  • Konten yang performanya Tinggi biasanya memiliki Avg. Time On Page Tinggi + Bounce Rate Rendah, sebaliknya
  • Konten yang performanya Rendah biasanya memiliki Avg. Time On Page Rendah + Bounce Rate Tinggi

Dengan kata lain, semakin lama Audience anda berinteraksi membaca konten artikel di Website Bisnis Anda dan Bouce Rate rendah semakin bagus hasilnya. Yang berarti Konten di website bisnis anda benar benar sangat menarik bagi audience anda.

Berarti agar tingkat Behavior / perilaku Audiens anda benar benar bagus syarat nya cuma 2 :

  1.  Audiens anda yang hadir harus benar benar tersegmentasi
  2. Konten yang di buat harus berbobot dan khusus untuk audiens anda yang tersegmentasi itu

Semakin bernilai konten anda, semakin naik tinggi tingkat kepercayaan Audiens pada brand bisnis anda

Mari kita cermati gambar dibawah :

Kolom Merah = Performa Konten tidak Bagus, Kolom Kuning = Performa Konten Masih bisa di terima, Kolom Hijau = Performa Konten sangat bagus

Kolom warna merah – Kalau anda perhatikan gambar diatas, Google Analytics memberi laporan bahwa konten harus segera saya perbaiki. meskipun padahal Avg. Time On Page Tinggi ( audiens membaca artikel selama kurang lebih 27 menit47 detik ) tapi sayang bounce rate nya juga tinggi.

Kemungkinan ini bisa terjadi adalah sebagian besar dari traffic yang hadir tidak tertarik dengan artikel tsb. Tapi ada sebagian kecil audiens yang tertarik dengan artikel tsb, terbukti artikel tsb di baca cukup lama sekitar 27 menit.

Kolom warna Kuning – saya masih mengatakan ini masih bisa diterima karena bounce rate nya masih kisaran 50% ( msekipun saya sendiri masih kurang puas )

Kolom warna Hijau – inilah Konten dengan Performa yang sangat bagus yang rata rata dibaca 7 – 18 menit dengan bounce rate 0%.

Yang saya perlu lakukan tinggal mengiklankan konten tsb ke Sumber Traffic yang tertarget untuk menambah jumlah calon konsumen yang tertarik untuk membeli produk atau jasa di website bisnis saya.

Dari sini saya mendapat gambaran Konten seperti apa berikutnya yang akan saya buat sekaligus konten seperti apa yang harus saya hindari.

#Landing Page

Tahukah anda pada halaman / konten mana audiens anda datang pertama kali ? dengan memahami ini anda akan mengetahui :

  1. Sumber Traffic Organik – Keyword apa yang mereka ketikkan di google search hingga mereka bisa hadir di Website bisnis anda.
  2. Sumber Traffic Berbayar – Iklan online mana yang paling efektif menghadirkan audiens
  3. Sumber Traffic Referral – Backlink mana paling efektif menghadirkan audiens
  4. Sumber Traffic Email –  Kampanye email mana yang di sukai audiens anda
  5. Sumber Traffic None – Seberapa banyak Audiens Loyal anda yang ingat dengan URL website Bisnis anda

Jangan sembarangan menentukan Landing Page, pastikan landing page sangat spsesifik konten nya maupun target audiens nya.

Laporan Landing page juga digunakan untuk memantau seberapa banyak Audiens baru yang tertarik datang ke Website bisnis anda.

Kolom hijau adalah Audiens Baru

Pada Laporan Google Analytics Jumlah Audiens baru bisa dilihat seberapa besar %New Sessions nya. Hal ini sangat baik untuk Website bisnis anda agar bisa terus selalu mencari calon konsumen yang baru selagi juga merawat konsumen yang lama.

#Exit Page

Tidak kalah Penting bagi anda untuk mengetahui pada halaman / konten yang mana, Audiens anda terakhir kali berada di website bisnis anda sebelum akhirnya dia keluar dari website bisnis anda.

Masalah Exit Page ini perlu di perhatikan khususnya bagi Audiens anda yang baru.

Mengapa anda perlu mengetahui hal ini ?

Karena kita tidak ingin mereka keluar sebelum interaksi dengan halaman / konten yang menurut anda penting

Hal ini ada hubungan dengan konversi yang akan kita bahas di akhir artikel ini.

Adapun Halaman / konten yang penting untuk audiens baru anda sebelum keluar dari website bisnis anda :

  1. Ecommerce / Toko online – Halaman Keranjang Belanja, Data profile, Checkout ( Halaman terakhir yang diharapkan di lihat oleh Konsumen anda adalah Konten ucapan ” Terima Kasih” )
  2. Blog / Konten Publisher – Halaman Signup ( Daftar ) Newsletter
  3. Perusahaan Industri & Jasa – Halaman “Kontak Kami”

CATATAN PENTING : Rencanakan pada halaman / konten yang mana anda ingin Audiens anda terakhir berada sebelum mereka memutuskan keluar dari website bisnis anda.

Tahap 4 : Conversion

Tahap inilah yang paling di nanti nantikan oleh anda sebagai pengusaha yang memiliki website bisnis, tapi sayang sekali banyak sekali dari kita yang belum jelas Konversi seperti apa yang secara spesifik di inginkan terjadi di website bisnis.

Kalau di tanya kepada para pemilik website bisnis, Konversi seperti apa yang di inginkan terjadi pada website bisnis anda ?

…..Jawab mereka tentulah terjadinya PENJUALAN. 

Ingat seperti yang saya bilang sebelumnya , bahwa ini adalah 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan……sekali lagi,  PENYEBAB terjadinya PENJUALAN!!! 

Ya….Konversi adalah tahap terakhir Penyebab sebelum terjadinya penjualan.

Konversi adalah :

Apa yang anda inginkan pada Audiens untuk melakukan sebuah tindakan di website bisnis anda

YA…..TINDAKAN yang mengarah kepada PENJUALAN.

#Macro Conversion & Micro Conversion

Pada Website Bisnis, anda perlu membuat strategi bisnis yang jelas, anda perlu menyediakan waktu untuk mendefinisikan Goal bisnis serta bagaimana cara mengukurnya.

Tindakan yang dilakukan oleh audiens yang memenuhi Goal bisnis anda seperti  Klik Tombol “BELI” pada toko online ecommerce yang berarti melakukan pembelian disebut Macro Conversion. Karena pembelian merupakan goal utama pada website bisnis anda.

Tetapi ada juga Goal yang lebih kecil yang membawa agar audiens anda lebih mendekat pada Goal utama anda.

Contohnya seperti audiens melakukan pendaftaran di website bisnis anda untuk mendapatkan kupon diskon atau sekedar mendapatkan notifikasi produk terbaru anda.

Hal ini di sebut sebagai Micro Conversion.

Bisnis yang berbeda secara natural akan memiliki Macro dan Micro Conversion yang berbeda pula satu sama lainnya.

Contoh konkrit penggunaan Macro Conversion dan Micro Conversion pada berbagai bisnis seperti:

  1. Bagi pemilik Ecommerce / Toko Online – Macro Conversion adalah pembelian dengan Micro Conversion seperti subscribe newsletter.
  2. Lead Generation site / Situs pencari Prospek – Macro Conversion nya berupa pendaftaran ( sign up ) pada form kontak dengan Micro Conversion seperti menjadi Follower di media sosial akun milik bisnis anda.
  3. Untuk para Blogger / Pembuat Artikel – Macro Conversion nya biasanya berupa interaksi dengan membaca berbagai artikel atau menonton video di website anda sementara Micro Conversion nya adalah dengan meng ‘KLIK’ judul artikel nya
  4. Sementara untuk Website Informasi & Support ( Bantuan ) – Macro Conversion nya berupa menyelesaikan sebuah panduan untuk mengatasi masalah tertentu dengan Micro Conversion nya adalah memberikan Rating pada Artikel supportnya. 
  5. Untuk kebanyakan Website perusahaan di Indonesia – bisa jadi Macro Conversion nya adalah mereka menghubungi anda via Telp, WA, SMS, dengan mengklik tombol Telp atau No Mobile Phone anda atau meng Email anda dengan menggunakan Form Kontak yang ada pada Website bisnis anda dan karena ituMicro Conversion biasa nya adalah audiens anda meng ‘KLIK’ tombol menu dan menuju ke halaman KONTAK KAMI di website bisnis anda.

Begitu anda telah menentukan Macro dan Micro Conversion pada website bisnis anda, maka anda bisa mulai membuat Rencana Pengukuran ( Measurement Plan ) pada konversi website bisnis anda.

Rencana pengukuran objective perusahaan haruslah secara menyeluruh, strategi untuk mendukung objective dan taktik yang membantu anda mencapai strategi anda.

Kesimpulan

Dari Artikel 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan bisa di ambil kesimpulan :

  1. Tentukan dengan benar siapa sesungguhnya Segmentasi dan Target market anda.
  2. Temukan sumber Traffic mana yang paling banyak menghadirkan audiens sesuai segmentasi bisnis anda.
  3. Cermati dan amati bagaimana perilaku dan kebiasaan audiens anda terhadap konten yang ada pada website bisnis anda
  4. Arahkan para Audiens ke Micro & Macro Conversion yang anda inginkan agar segera tercipta pembelian di website bisnis anda.

Tentukan dan Ukur hasil dari ke 4 tahapan ini agar anda dan tim bisnis anda bisa mengatur rencana dan strategi yang tepat dalam melakukan pemasaran di website bisnis anda.

Ingin Mendiskusikan Website Bisnis anda ?

Bagi anda yang serius ingin meningkatkan Penjualan pada website bisnis anda, Jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya siap untuk Di Ajak Diskusi tentang Bagaimana Mendesain Website Bisnis yang bisa menghasilkan Penjualan bagi anda.

Klik Tombol dibawah untuk menghubungi saya

Hubungi Via Telp Hubungi Via WA

Silahkan memberikan Komentar di bawah dan jangan lupa untuk Share artikel ini bila anda merasa bermanfaat dengan mengklik tombol media sosial di bawah.

Sekian dari saya tentang 4 Tahap Penyebab Website Berhasil Melakukan Penjualan. Salam sukses Bisnis online dari saya – Lukman Ahmad Hidayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//]]>