Tingginya kebutuhan SDM industri digital

Tingginya kebutuhan SDM industri digital

Mengapa Tingginya kebutuhan SDM industri digital terjadi saat ini ??

Persaingan perusahaan besar di berbagai belahan dunia adalah persaingan merekrut dan merawat tenaga kerja-tenaga kerja terbaik di bidangnya.

Apalagi kalau kita mulai berbicara tentang industri teknologi Digital di Indonesia.

Ada makin banyak perusahaan yang masuk di bidang teknologi dan Digital dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.

Pesatnya pertumbuhan industri ini bisa dilihat dari maraknya perusahaan-perusahaan start-up, fintech, e-commerce yang terus bermunculan.

Tapi menurut Michael Page Indonesia, di sebuah perusahaan konsultan perekrutan tenaga kerja profesional, di karenakan Tingginya kebutuhan SDM industri digitalsaat ini, perusahaan-perusahaan harus bersaing ketat untuk mendapatkan karyawan yang tepat.

Michael Page terafiliasi dengan Page Group, group yang didirikan di London ini beroperasi di 150 kantor di 35 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia mencari karyawan yang mumpuni di bidang teknologi dan Digital adalah pekerjaan rumah yang besar.

Menurut survey yang dilakukan Michael Page, dalam periode Maret 2016-April 2017, terjadi lonjakan 60% kebutuhan tenaga atau lowongan pekerjaan di industri teknologi dan Digital.

Lonjakan kebutuhan ini diperkirakan akan terus terjadi, karena hampir semua pengusaha, dari start-up sampai konglomerat yang mencoba melakukan diversifikasi usaha, melihat industri teknologi dan Digital adalah masa depan.

Menurut Imeiniar Chandra Manajer PT Michael Page Internasional Indonesia, ada 4 sektor usaha di bidang teknologi dan Digital yang sedang booming, yaitu: e-commerce, logistik, fintech, dan big data.

Berikut ini penuturan dari Imeiniar Chandra tentang industri teknologi dan Digital serta kebutuhan SDM-nya:

Bagaimana Anda melihat sektor usaha Digital di Indonesia?

e-commerce di Indonesia sudah banyak berkembang dalam bentuk market place, B to B, B to C.

Jangan lihat cuma Jakarta, Surabaya, dan Medan tapi ada banyak kota lainnya dengan total populasi sekitar 250 juta penduduk.

Itulah sebabnya perusahaan-perusahaan e-commerce bisa menjangkau daerah-daerah yang selama ini dianggap pedalaman untuk toko-toko ritel tradisional. e-commerce menjadi sektor yang paling berkembang.

Dalam mendukung perkembangan e-commerce, industri logistik juga turut berkembang.

Logistik berkembang dengan sangat pesat karena ekosistem yang sudah terbentuk.

Pada saat seseorang mau membeli barang, pengirimannya tentu saja harus memakai jasa logistik. Kita bisa melihat e-commerce bisa ada di mana saja, logistik pun bisa menjangkau daerah-daerah di luar Jawa.

Sekarang yang lebih banyak jadi penekanan adalah business process efficiency. Dengan menggunakan teknologi yang tepat bagaimana kita bisa melakukan banyak delivery dengan optimal.

Kalau dulu mungkin kita melakukan delivery dari poin A ke B bolak-balik. Kalau sekarang mungkin di perjalanan mungkin kita bisa melakukan drop off point supaya menghemat waktu dan bisa melakukannya dengan lebih cepat.

fintech juga mendukung e-commerce, karena pada saat mau membayar orang Indonesia belum tentu percaya dengan kartu kredit. Jadi banyak bentuk Digital payment, seperti e-wallet, di mana bentuknya memudahkan orang-orang untuk melakukan pembayaran dengan channel e-commerce.

Di saat yang sama juga pada waktu kita melihat target market, tidak semuanya bankable. Jadi sepertinya masih ada banyak orang yang menyimpan uang di bawah bantal. fintech memainkan peran yang penting di era Digital ini.

Orang sekarang sudah bisa membuka akun bank dengan KTP, ini adalah salah satu bagian dari fintech yang tengah berjalan di beberapa bank di Indonesia.

Ada beberapa yang masih versi Beta, tapi ada juga yang sudah bisa membuka akun tanpa harus pergi ke bank.

Terakhir, yang kami lihat juga sebagai sektor yang besar adalah di Big Data. Di bagian ini adalah perbedaan terbesar saluran konvensional dan online channel.

Kalau dalam online channel kita bisa melihat data secara real. Kita bisa tahu pola perilaku para konsumen. Big data ini menciptakan peran-peran baru yang selama ini mungkin tidak pernah ada.

Salah satu pekerjaan yang paling sering dicari orang adalah data scientist. Data scientist ini berbeda dengan data analyst dan sayangnya tidak banyak orang yang tahu perbedaannya.

Bahkan perusahaan yang mencari data scientist ternyata mereka hanya memerlukan data analyst. Atau bisa juga sebaliknya, mungkin mereka berpikir data analyst, ternyata yang dibutuhkan data scientist.

Ada banyak pertanyaan untuk sektor yang satu ini karena di Indonesia baru berkembang dalam 2 tahun terakhir. Industri kita masih baru belajar masih mencari-cari mana.

Di luar sana untuk menjadi data scientist berkualifikasi, talent harus mengantongi S3. Seberapa banyak orang Indonesia yang punya Phd mungkin terhitung dengan jari. Dan apakah itu betulan dapatnya atau online?

Sebenarnya ada juga banyak orang Indonesia yang ada di luar negeri yang Phd tapi mungkin mereka masih belum aware, wah Indonesia ini ternyata sudah lebih maju dibandingkan mereka pertama kali meninggalkan Indonesia.

Di Michael Page ada program namanya Membangun Negeri. Kami melakukannya lewat sosial media untuk menarik orang-orang Indonesia yang ada di luar untuk kembali ke Indonesia.

Dan mereka kembali juga tidak harus bekerja untuk orang lain, mereka bisa juga bekerja sebagai entrepreneur, mungkin mereka mau memulai usahanya.

Bagaimana sih talent kita di Indonesia kalau dibandingkan negara lain?

Kalau yang bagus saya bisa katakan, kita ini tidak kalah bersaing dengan yang di luar sana, tapi volumenya masih belum sebanyak yang di luar sana.

Dan kalau dulu 10 tahun lalu mungkin dengan orang lulusan komputer science, IT, matematika, Web Desain, Internet Marketing dan Data Online statistik itu susah mencari pekerjaan.

Tapi sekarang pengembangan mereka banyak sekali. Orang dari IT, Web Desain, dan Internet Marketing mungkin dulu enggak banyak yang mau, tapi sekarang itu menjadi The Gig, The Cool Boys Club.

Beberapa perusahaan juga sudah menawarkan program magang.

Digital adalah industri yang berkembang paling cepat di Indonesia.

Ada beberapa hal yang membuat industri Digital berkembang, salah satunya adalah dukungan dari pemerintah dan pasar Digital yang sangat besar di Indonesia.

Bisa dilihat setiap segmen masyarakat sudah mengantongi smartphone, bahkan banyak orang mempunyai 3-4 smartphone.

Selain karena mereka selalu ingin terhubung, juga karena banyak orang tidak ingin menghabiskan waktu dalam kemacetan lalu lintas .

Ada berapa jam waktu yang dihabiskan orang dalam perjalanan? Dan setiap hari orang bisa menghabiskan waktu 3-4 jam untuk online.

Di dalam sosial media, Indonesia juga menjadi negara yang mempunyai pengguna sosial media terbesar di dunia.

Ada banyak perusahaan yang mencoba membuat bisnis teknologi dan Digital, baik asing maupun lokal. Perusahaan lokal pun mulai dari perusahaan-perusahaan kecil menengah maupun perluasan dari para konglomerat.

Berapa lama untuk mendapatkan karyawan yang bagus di Industri Digital ?

Perusahaan membutuhkan waktu rata-rata 4 bulan untuk mendapatkan karyawan yang berbakat.

Tak heran kalau manajer perekrutan di Indonesia rata-rata harus mewawancarai 6 pelamar sebelum akhirnya memutuskan untuk bisa merekrut karyawan.

Di sisi lain, calon karyawan juga biasa mendapatkan penawaran dari 6 perusahaan sebelum memilih tempat kerja yang diinginkannya.

Proses perekrutan yang panjang ini tak lepas dari tahapan wawancara yang harus dilalui. Pengusaha merasa teknologi menjadi semakin terintegrasi dengan unit-unit bisnisnya.

Sehingga para calon karyawan rata-rata harus berhadapan dengan 3 tahap wawancara dengan pemangku kepentingan yang berbeda.

Perusahaan juga bisa dengan cepat, dalam 1 bulan, sudah menawarkan lowongan pekerjaan lain dengan kenaikan gaji rata-rata 25%-30% dari pekerjaan sebelumnya.

Indonesia ini cukup unik. Pada saat melihat sebuah bisnis sukses, maka akan banyak sekali yang mencoba untuk mengikutinya.

Jadi kalau kita lihat perusahaan Digital dan teknologi di Indonesia ini adalah perusahaan asing yang buka di Indonesia.

Dan begitu pengusaha konglomerat lokal melihat peluang itu sangat besar, mereka mulai mencoba masuk.

Untuk pengusaha lokal ini semuanya jadi lebih gampang, karena mereka kan sudah mempunyai izin perusahaan dan pemerintah juga lebih banyak memberikan dukungan.

Seperti Digital marketing yang sekarang menjadi salah satu the biggest expense. Semua orang marketing ingin masuk dalam Digital marketing, ingin merekrut orang Digital marketing.

Sementara Digital marketing itu sebenarnya apa, ternyata tidak banyak juga orang Indonesia yang tahu.

Kadang orang posting di sosial media saja sudah dikatakan Digital marketing, padahal kan jauh lebih besar dari itu.

It’s about tracking orang-orangnya seperti apa. Dan kadang orang Indonesia melihat, wah di Singapura sudah berkembang di malaysia sudah berkembang, jadi ingin ikutan.

Padahal orang Indonesia itu kadang masih ingin melihat produk aslinya itu seperti apa.

Jadi ada gap pada Tingginya kebutuhan SDM industri digital?

Ada gap generasi dan skill ?

Kalau ada perusahaan yang ingin merekrut karyawan untuk Industri Digital, mereka mungkin ingin karyawan dengan 10 list kemampuan, kalau di Indonesia misalnya kita cuma menemukan orang yang punya 8 kemampuan, apa perusahaan mau melakukan training atau tidak?

Hal ini di karenakan kurangnya jumlah SDM yang memiliki Skill yang di butuhkan perusahaan di bidang Digital. Sementara kebutuhan SDM di bidang ini sangat tinggi dan mendesak.

Jangan melihat Singapura dan Malaysia, karena mereka sudah duluan. Mereka sudah sekitar 5-10 tahun lalu sudah bermain-main di sana.

Kalau kita bicara gaji, seberapa gaji para karyawan di industri digital ini?

Gajinya sangat bervariasi. Tapi yang bisa dikatakan perusahaan itu bersedia untuk menaikkan gaji 25-30% setiap kali karyawannya pindah.

Tapi kisaran gaji untuk posisi yang paling banyak dicari?

Yang paling banyak dicari sekarang ini masih tetap Developer Web Desain dan Mobile Aplikasi Desain.

Gaji itu bisa yang dari 25 juta per bulan sampai 50 juta untuk Developer Web Desain dan Mobile Aplikasi Desain yang berpengalaman paling tidak sekitar 3 tahun.

Range nya memang sangat besar, tapi juga permintaan nya memang sangat besar.

Developer Web Desain dan Mobile Aplikasi Desain yang bisa berkomunikasi dengan berbahasa Inggris, itu harganya akan lebih naik lagi.

Untuk memenuhi Tingginya kebutuhan SDM industri digital apakah harus ada semacam terobosan atau apa?

Pelatihan – pelatihan seperti LPK atau Workshop perusahaan yang memang fokus di dunia Digital sangat diperlukan saat ini untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dalam jumlah yang banyak.

Baik itu pelatihannya berupa kursus online maupun workshop offline.

Bahkan saat ini pernah saya lihat bahwa pemerintah khususnya DIKNAS telah membuat kurikulum pendidikan untuk Digital Marketing yang dikhususkan utk SMK jurusan marketing dan IT.

Berapa sih sebenarnya jumlah kebutuhan SDM di Industri Digital?

Sangat bervariasi ya, dan bisa teknis dan non teknis.

Tapi kalau kita melihat polanya, perusahaan asing biasanya lebih membutuhkan ke yang non teknikal, seperti misalnya Digital sales, Digital marketing. Tim teknisnya kebanyakan tidak ada di Indonesia.

Terbalik dengan perusahaan lokal, yang paling banyak dicari adalah orang-orang teknis, baru orang sales dan orang marketing. Mereka memang mau talent-nya adalah benar-benar orang Indonesia.

Berapa banyak?

Salah satu perusahaan lokal terbesar di sini bisa mempekerjakan total 1.000 orang. Tim teknisnya bisa 500. Memang itu ada macam-macam ya ada HRD-nya, ada bagian keuangannya.

Sudah ada yang sebesar itu?

Iya, mungkin kita tidak terlalu sadari itu. Ternyata di back office ada banyak sekali.

Yang kita lihat selama ini kan depannya. Ini juga yang membuat e-commerce dan perusahaan Digital karena “dapurnya” banyak sekali, ada distribusi, call centre, support.

Saya membayangkan ada 500 Developer Web Desain dan Mobile Apps Desain dalam satu perusahaan. Sepertinya perusahaan ini tidak keluar dengan satu aplikasi saja ya?

Iya. Dia mungkin saja ada banyak aplikasi dan tidak hanya di Indonesia. Kadang dengan Developers ini kita juga bisa bilang ada freelancers-nya. Banyak sekali orang teknikal yang maunya freelance.

Makanya di Indonesia itu very talent driven market. Jadi Jumlah SDM kita itu jauh lebih sedikit di bandingkan kebutuhan-nya.

Ini yang menyebabkan satu orang bagus bisa mendapatkan 1-2 tawaran dalam waktu yang bersamaan.

Makanya banyak yang lebih memilih freelance?

Iya makanya penting sekali untuk perusahaan memikirkan program retensi apa yang harus mereka ciptakan

Tapi secara overall berapa besar sih permintaan yang kita bicarakan?

Kalau kita melihat dari tahun lalu sampai tahun ini permintaannya naik sekitar 60%, kalau kita melihat tahun depan sepertinya akan di kisaran angka itu juga, karena masih ada beberapa perusahaan asing yang akan masuk ke Indonesia di e-commerce, logistik, fintech. Mereka hanya tunggu tanggalnya saja.

Mereka melihat populasinya di Indonesia sangat besar.

Artinya ada datanya berapa banyak angkanya?

Iya kita ada angkanya, kalau kita melihat secara average dari interview sekitar 1.000 orang lebih, ini terdiri dari talent dan perusahaan.

Perusahaan itu juga menggambarkan industri yang berbeda-beda ada yang dari konsumer, ada yang multinasional, ada lokal, ada banking dan telekomunikasi juga.

Kita melihat polanya sama, semuanya mau main ke Digital. saya belum menemukan klien yang menutup diri dan tidak mau main dalam bisnis Digital.

Gambarannya kalau sebuah perusahaan asing yang baru itu membutuhkan sekitar 8-10 orang, ini untuk level manajer ke atas. Nanti ke depannya, mereka rekrut timnya sendiri.

Untuk Developer Web Desain dan Mobile Aplikasi Desain, sekali mereka masuk dalam 6 sampai 1 tahun, mereka akan mencari sekitar 10 orang Developer Web Desain dan Mobile Aplikasi Desain. Itu sebelum mereka rekrut lagi staf yang fresh entry.

Di Indonesia industri ini masih sangat muda, belum mature. Jadi untuk karyawan lebih mudah untuk bisa lebih fleksibel bergerak di dalam perusahaan daripada di perusahaan konsumer yang global yang mungkin sudah 100 tahun ada di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan anda yang masih mencari kerja?? di tengah tengah Tingginya kebutuhan SDM industri digital saat ini, Tertarik untuk bekerja di dunia Digital ??

… dan buat pengusaha yang mulai meng onlinekan bisnisnya, sudah terlatihkah karyawan anda di dunia Digital Marketing ??

Tingginya kebutuhan SDM industri digital




Konsultasi Gratis. Silahkan Telp & WA : +6282251681527  atau Kontak Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//]]>